Minggu, 16 April 2017

Gula Batu

Catharina  Benita Irawan 16.I2.0030
Clairine Princesia Purnomo 16.I2.0029
Stefani Charina Widyastuti 16.I2.0043
Steffani Sylvia Tan 16.I2.0025

Theodora Alvita S.S 16.I2.0020

I.             Sejarah
Gula batu (disebut juga Rock Sugar, 冰糖 ) adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan hingga mencapai kondisi jenuh dan lalu menjadi dingin.
Gula batu pertama kali dibuat di Iran pada abad ke 9 masehi. Kristal gula ketika itu dibuat dengan melarutkan gula dengan air, lalu dipanaskan hingga menjadi jenuh dan lalu kristalisasi terjadi seiring penurunan temperatur. Kristalisasi menjadi lebih cepat ketika setangkai ranting pohon dimasukkan ke dalam larutan dan kristal gula tersusun di sekitar ranting, membentuk batu.

II.          Kandungan
Dalam setiap 5 gram gula batu mengandung sekitar 20 kalori dan 2 % manfaat karbohidrat. Gula batu tidak mengandung lemak, kolesterol, serat, protein, zat besi dan kalsium. Jadi gula batu hanya mengandung kalori dan karbohidrat saja. Konsumsi gula batu ini juga dianggap baik, berikut ini beberapa alasannya :
Gula Batu Tidak Mengandung Lemak Jenuh – Lemak jenuh merupakan jenis lemak yang didapatkan dari hewan dan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Konsumsi lemak jenuh harus dibatasi dalam jumlah tertentu karena jika konsumsi terlalu tinggi maka bisa meningkatkan kadar kolesterol dan efek buruk berupa penyakit jantung.

Gula Batu Tidak Mengandung Kolesterol – Kolesterol adalah sebuah jenis zat lilin yang banyak ditemukan pada daging hewan dan bisa mengendap dalam darah manusia. Kolesterol baik diperlukan untuk beberapa fungsi seperti produksi manfaat vitamin D, steroid dan juga sistem kerja empedu. Namun kolesterol yang terlalu tinggi sangat dekat dengan resiko penyakit jantung. Kolesterol tidak bisa bekerja banyak untuk tubuh dan darah karena jenis kolesterol dari lemak jenuh lebih banyak menumpuk dalam darah.

Gula Batu Tidak Mengandung Sodium – Sodium adalah sebuah sebuah zat yang bermanfaat penting untuk mendukung keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan pH dalam tubuh serta penting untuk kontraksi otot. Konsumsi sodium yang terlalu tinggi bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan berbagai resiko penyakit bawaan lain seperti stroke, penyakit jantung, diabetes dan penyakit lain.

III.       Bahan Dasar
Gula batu adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan.  Gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuningkecoklatan. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat.
Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal. Gula batu juga bisa terbuat dari batang tebu berbentuk bongkahan besar-besar seperti batu. Proses pembuatannya hampir sama dengan gula pasir, namun suhu yang diperlukan untuk memprosesnya tidak setinggi pada gula pasir. Biasanya digunakan sebagai pengganti gula pasir dalam membuat kue, anekaminuman, atau teman minum teh.

Gula batu merupakan zat tunggal yang tersusun lebih dari satu unsur. Zat tunggal yang tersusun lebih dari satu unsur dinamakan senyawa. Gula batu rasanya tidak semanis gula pasir dan rendah kalori, tetapi citarasanya lebih legit. Gula ini dapat meleleh.

IV.        Cara Pembuatan
Bahan:
1.     Gula Pasir 1 kg
2.     Air putih 450 ml
3.     Air kapur 30 – 40 ml
4.     Putih Telur

Alat :
1.     Panci atau Gelas Beaker
2.     Pemanas atau kompor
3.     Isolator ( dari jerami, serbuk gergaji, dll)
4.     Kain saringan yang bersih
5.     Baik untuk tempat pengkristalan yang bagian dalamnya di lapisi kertas minyak dan diberi benang-benang yang digantungkan

Cara Pembuatan :
1.     Larutkan gula di dalam panci, setelah gula larut saring kotoran yang ada pada larutan dengan kain penyaring, atau jika larut terlalu banyak maka dapat dengan menambahkan putih telur yang telah di kocok ( 1 butih telur untuk 30 kg gula).
2.     Larutan gula yang telah bersih kemudian ditambah air kapur yang jernih kemudian dipanaskan terus menerus sambil diaduk.
3.     Pemanasan dilakukan sampai mendapat larutan gula yang kental yang suhunya ± 115ºC.
4.     Kemudian larutan gula yang panas dituangkan dalam bak pengkristalan yang sebelumnya di tanam dalam isolator dan di simpan selama ± 1 minggu, agar terjadi proses pengkristalan yang perlahan-lahan.



V.           Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan :
Kelebihan gula batu dari gula pasir adalah gula batu lebih mudah di ubah menjadi energi oleh pankreas, jika pada gula pasir pankreas hanya mampu mengubah sekitar 1/2 sendok gula pasir menjadi energi dalam 140 menit, sedangkan untuk gula batu pankreas mampu mengubah sekitar 6 sendok makan untuk menjadi energi dalam 140 menit, oleh karenanya gula batu lebih sehat jika dibandingkan dengan gula pasir
Kekurangan :
Beberapa jenis gula memang memiliki kekurangan, termasuk pada gula batu :
1.     Memiliki Kandungan Pati Tinggi – Gula batu termasuk dalam jenis gula dengan kandungan pati, serat dan gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Gula batu yang diolah dari jenis tumbuhan seperti tanaman tebu, tapi tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mengukur jenis gula alami dan gula buatan. Konsumsi gula yang berlebihan banyak menimbulkan resiko seperti obesitas, diabetes, dan berbagai jenis penyakit komplikasi lain yang erat hubungannya dengan kelebihan kadar kolesterol dalam darah.

2.     Jelek untuk Gigi – Konsumsi gula batu berlebihan dengan cara mengunyah atau makan langsung gula batu bisa menyebabkan kerusakan gigi. efek dari gula baru ini memang sama seperti efek terlalu banyak mengkonsumsi permen. Namun efek buruk ini bisa diatasi dengan segera menggosok gigi setelah makan gula batu.

VI.        Kelarutan Gula Batu
Kelarutan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, suhu, volume pelarut, ukuran zat terlarut, jenis zat terlarut, dan jenis pelarut. 

Gula batu lebih sulit larut di dalam air dibandingkan dengan gula pasir karena, gula batu memiliki bentuk yang padat dan volume yang besar. Semakin besar volume pelarut, maka jumlah partikel pelarut akan semakin banyak. Kondisi tersebut memungkinkan lebih banyak terjadi tumbukan antara partikel zat terlarut dengan partikel zat pelarut sehingga zat padat umumnya lebih mudah larut.

Sedangkan gula pasir lebih cepat larut daripada gula batu karena gula pasir halus memiliki ukuran partikel yang lebih kecil sehingga memiliki permukaan sentuh yang luas dibandingkan gula batu. Jadi makin kecil ukuran zat terlarut makin besar kelarutan zat tersebut.



VII.     Manfaat Gula Batu untuk Tubuh
Sehat untuk Pankreas
Gula batu menghasilkan nilai + 5 untuk indeks manfaat yang berarti adalah nilai gula batu lebih baik daripada jenis gula pasir dan gula jawa. Konsumsi gula batu secara efektif bisa mencegah masalah kelelahan dan menurunkan resiko penyakit diabetes. Jadi gula batu sangat aman untuk dijadikan konsumsi gula harian.
Dalam satu hari, pankreas yang normal mampu mengubah 60 gram (sekitar 6 sendok makan) gula batu menjadi energi. Dengan demikian, gula batu tergolong lebih sehat dibanding gula pasir.
Sumber Energi Bagi Tubuh
Gula batu menjadi salah satu sumber energi terbaik untuk tubuh. Kita bisa mempraktekannya misalnya ketika saat tubuh sedang lelah mengunyah gula batu seperti sedang makan permen. Teknik ini banyak digunakan oleh atlet yang bertanding di lapangan.
Aman untuk Diabetes
Banyak penderita diabetes yang tidak mau mengkonsumsi gula karena takut kadar gula darah akan naik. Namun penderita diabetes juga tetap membutuhkan gula untuk keseimbangan kadar gula dalam tubuh dan sumber energi. Gula batu menjadi jenis gula yang sangat aman untuk diabetes karena tidak memberikan reaksi yang hebat untuk kadar insulin sehingga tidak berpengaruh untuk kadar gula dalam tubuh.
Energi untuk Otak
Gula batu sangat baik untuk mempertahankan energi untuk bagian otak. Tanpa zat gula maka otak tidak bisa bekerja dengan baik. Ketika zat gula tidak bisa mencapai otak maka otak akan berhenti bekerja dan kehilangan kemampuan kerjanya.
Mengatasi Depresi
Kecemasan dan kepanikan bisa menjadi pemicu depresi yang parah. Gula batu adalah salah satu obat anti panik dan anti cemas yang sangat ampuh. Kita bisa mencobanya misalnya pada saat suasana hati kita sedang tidak enak dengan mengunyah satu gula batu dan pertahankan di lidah hingga meleleh. Gula batu akan membuat tubuh seperti mendapatkan energi baru yang berpengaruh untuk suasana hati.
Mengatasi Tekanan Darah Rendah
Jika tekanan darah sedang drop atau turun maka bisa mencoba untuk mengkonsumsi gula batu. Gula batu akan menjadi sumber energi bagi tubuh yang akan dibawa oleh darah ke semua bagian organ tubuh.
Alat Terapi
Di beberapa bagian negara maju, manfaat gula batu banyak digunakan sebagai alat terapi untuk mempercepat masa pemulihan ketika sembuh dari sakit. Gula batu yang menjadi sumber energi yang mampu membuat tubuh menjadi lebih cepat pulih.

DAFTAR PUSTAKA

4 komentar:

  1. saya Gregorius Nico Adi Setiawan 16.I1.0196, ingin bertanya :

    - Apa yang membuat gula batu menjadi lebih sehat, lebih mudah dicerna oleh tubuh, dan aman untuk penderita diabetes. Padahal bahan untuk pembuatannya dari bahan baku yang sama yaitu gula pasir, yang hanya melalui tahap pemasakan lebih lanjut dan dikristalkan. Bahkan dikatakan bahwa terbuat dari larutan gula pasir jenuh, yang berati seharusnya mengandung lebih banyak glukosa dan lebih manis.

    - apa fungsi dari penambahan air kapur pada saat pembuatan gula batu?

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. saya Yohana Wahyu P 16.I1.0185
    megapa mengkonsumsi gula batu yang berlebihan mampu merusak gigi ?

    BalasHapus
  3. Saya Marissa Ismanto 16.I2.0037 ingin bertanya apa peranan putih telur dalam proses pembuatan gula batu?

    BalasHapus
  4. Saya Olivia Clarissa A.A. 16.I2.0038 ingin bertanya apakah perbedaan gula batu yg terbuat dr gula pasir dengan gula batu yg terbuat dr batang tebu? Terima kasih

    BalasHapus